Monday, 5 May 2014

Persoalan

Kapan pergi
Sendiri tiada pasti

Ada mungkin bisa jadi pedoman
Atau sekadar penghinaan

Apa nanti ia berakhir dengan keindahan
Moga-moga bukan suatu ratapan

Tiada mampu tertanggung beban si kiri bahu
Apa bisa si kanan itu bawa jumpa yang satu

Alasan basi bisa tidak diterima
Mulut terkunci tiada bicara

Langkah merapu kemana tuju
Tiang badan akan merungkai satu persatu

Apa perbuatan zahrah bisa memberat neraca itu
Sepuluh penaip akan beritahu

Pemandangan indah buka semata
Kelak disana mereka akan berkata-kata

Jika tiada cukup itu
Amarah bernyala menanti kamu

Gusar kenang kisah lapuk
Apa lupa si naskah berhabuk?

Berkawankan ia, bertemankan dia selalu
Kelak disana dia datang membantu

Berperang dia, berhabis nyawa demi umat akhir waktu
Kenapa tiada beriman kepada utusan itu?

Ingatlah dia, kenang-kenang tanpa jemu
Nanti disana pasti ketemu

Apa mungkin pintu bercahaya bisa ditembus
Atau tergelincir dari titian halus

Apa ini sekadar omong kosong
Tetamu nilai dengan iman digendong...

No comments:

Post a Comment